• Breaking News

    Sunday, November 6, 2016

    Pelajaran dari Tenggelamnya Kapal TKI, Menaker Imbau Gunakan Jalur Kerja Legal

    Tobapos -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menyesalkan insiden tenggelamnya kapal pengangkut Tenaga Kerja ilegal yang merenggut puluhan nyawa. Padahal Pemerintah telah berikan kemudahan prosedur dan proses kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dan nonprosedural.

    Pada tahun 2015 lalu, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia telah sepakat untuk mempermudah dan memfasilitasi  kepulangan TKI ilegal dan nonprosedural sehingga para TKI tidak lagi menggunakan jalur-jalur tidak resmi dan moda transportasi yang berbahaya ketika pulang ke Indonesia.

    “Jangan pernah berangkat atau pulang dengan jalur ilegal, gunakan selalu jalur resmi. Pemerintah Indonesia sudah bersepakat dengan pemerintah Malaysia mengenai program kepulangan TKI ilegal secara sukarela. Pilihan tersebut bisa dimanfaatkan, jangan ambil resiko dengan jalur ilegal,” tegas Menaker Hanif dalam siaran persnya di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Jum’at (04/11).

    Program kepulangan TKI ilegal di Malaysia yang ditawarkan secara sukarela (valountary programme) ini dipastikan menggunakan jalur-jalur resmi dan aman sehingga tidak membahayakan keselamatan TKI.

    “Jadi dalam program pemulangan TKI ilegal secara sukarela, maka para TKI yang  ingin pulang ini tidak di-blacklist sehingga TKI bisa kembali bekerja ke Malaysia asalkan melalui prosedur resmi dan dilengkapi dokumen-dokumen yang sah,” kata Hanif.

    Perkembangan Terkini Proses Evakuasi Korban

    Proses evakuasi terhadap para korban kapal speedboat yang tenggelam pada Rabu, 2 November 2016, terus berlanjut. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) turut mendampingi proses penanganan korban.

    Penumpang kapal diketahui adalah TKI non prosedural/ilegal di Malaysia yang bermaksud untuk pulang ke Indonesia. Para penumpang menaiki kapal dari pelabuhan liar di Johor, Malaysia, untuk menuju Nongsa, Batam. Namun kapal tersebut menabrak karang hingga kehilangan keseimbangan dan tenggelam di perairan Tanjung Bemban, Batu Besar, Batam, sekitar pukul 05.15 WIB.

    Kapal yang tenggelam diketahui membawa 98 penumpang dan 3 ABK. Proses evakuasi dilakukan tim gabungan dengan jumlah personil 300 orang yang terdiri dari TNI, Polri, Kantor SAR, BPBD, Bea Cukai dan masyarakat yang dipimpin langsung oleh Kabasarnas Tanjungpinang.

    Dari Informasi yang dihimpun hingga Jum’at siang (04/11), telah ditemukan 54 korban meninggal, 41 korban selamat dan 6 korban masih dinyatakan hilang. Tim DVI Polda Kepri telah berhasil mengidentifikasi 8 orang dari 54 korban meninggal. Ke-38 korban yang selamat masih ditampung di Panti Rehabilitasi Sosial Nilam Suri Nongsa untuk memudahkan keluarga menjemput, 1 korban selamat telah meninggalkan posko penampungan, sedangkan 2 korban selamat lainnya adalah ABK.

    Kemnaker bersama Dinas Ketenagakerjaan Batam dan beberapa Dinas Ketenagakerjaan tempat korban berasal akan berkoordinasi untuk memudahkan proses pemulangan korban.

    Data delapan korban meninggal yang telah teridentifikasi:

    Mahrun (L), warga Desa Daih, Kecamatan Batuliang, Lombok Tengah. Teridentifikasi melalui data medis dan dental berlabel 002.
     Siti Maisaroh (P), warga Dusun Kalikangkung, Ngelabak, Blora, Jawa Tengah. Teridentifikasi melalui data medis, foto, dan properti.
    Apriliani (P), bayi perempuan berusia sekitar 7 bulan, anak dari Siti Maisaroh. Teridentifikasi berdasarkan data medis, foto, dan properti.
     Aisyah (P), warga Reban Burung, Airberik, Kecamatan Bakek Tunggal, Lombok Tengah. Teridentifikasi berdasarkan data medis, dental, foto, dan properti.
     Supriyadi (L), warga Dusun Sanding, Desa Babagan, Kabupaten Kediri. Teridentifikasi berdasarkan data dental, medis, dan foto.
    Maesaroh (P), warga Desa Randupilu, Banjar, Probolinggo, Jatim teridentifikasi berdasarkan data dental, medis, dan foto.
    Zainab (P), warga Lombok Tengah.
     Desiana (P), warga Punggur Batam.

    Data korban selamat berdasarkan tempat asal:
    1.  Jawa Timur  :  6 orang
    Pendi Eko Purnomo (L) (32)
    Didi (L) (17)
    Haryanto (L) (50)
    Hendra (L)
    Imam Fadoli (L)
    Sadri (L) (28)
    2.   Lombok : 25 orang
    M. Jaliadi (L) (21)
    M. Radiah (L) (32)
    Rusdi (L) (26)
    Zul Maryanto (L) 27)
    Senah (L) (50)
    Herman (L) (18)
    M. Nazar (L) (27)
    Khalik Kurrohman (L)(25)
    Ahmad Yadi (L)
    M. Soleh (L) (20)
    Burhanudin (L) (22)
    M. Halil (L) (26)
    Anton (L) (30)
    Ahmad Hasan (L) (49)
    Nor Holidah (P) (16)
    Jainal Arifin (L) (21)
    Ahwan (L) (24)
    Masehi (L) (25)
    Jumitri (L) (37)
    Ahmad Jakaria (L) (28)
    Morizal(L) (44)
    Marip (L) (31)
    Nasrudin (L)
    Zailan (L) (29)
    Agus Suprianto (L) (32)
    3. NTT :  3 Orang
    Marianus (L) (32)
    Yosep Marnis (L) (34)
    Dominika (P) (22)
    4. Aceh : 2 Orang
    Sopianto (L) (24)
    Bustami (L) (20)
    5. Medan : 1 Orang
    Zuraida (P) (32)
    6. Padang : 1 orang
    Herman (L) (32)
    7. Palembang : 1 orang
    Nasrul (L) (22). (adm)


    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email