• Breaking News

    Monday, November 14, 2016

    Trump akan Lancarkan Perang Dagang dengan Tiongkok

    Tobapos -- Tidak ada yang tahu pasti wujud politik luar negeri yang akan dijalankan presiden terpilih AS, Donald Trump. "Saya ingin tidak bisa ditebak," katanya beberapa pekan silam. Namun rencana 100 hari pertama yang dirilisnya mengisyaratkan kabar buruk buat dunia internasional.

    Dalam program kerja tersebut Trump antara berjanji akan mengakhiri kucuran dana untuk program iklim PBB senilai tiga milyar Dollar AS per tahun. Sejak lama Partai Republik mengingkari perubahan iklim. Mereka beranggapan pemanasan global cuma hantu politik yang dibuat kaum Liberal Demokrat.

    Selama masa kampanye pun Trump berulangkali mengancam akan menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris.

    Caranya adalah dengan mengebiri program listrik bersih alias Clean Power Plan yang diusung Presiden Barack Obama untuk menepati komitmen emisi yang tertera dalam perjanjian tersebut.

    Perjanjian iklim "buruk untuk ekonomi AS," tukas Trump beberapa pekan lalu.

    Perang Dagang dengan Tiongkok

    Sejak masa kampanye, pakar politik AS berusaha menebak arah kebijakan luar negeri Donald Trump. "Ia tidak punya rekam jejak kebijakan luar negeri untuk dipelajari," tulis bekas Direktur CIA dan NSA, Michael Hayden di jurnal The Cipher Brief. "Jadi yang bisa diandalkan adalah retorika kampanyenya. Dan retorika kampanye biasanya menghalus oleh realita politik di Gedung Putih."

    Namun program kerja 100 hari yang dipublikasikan sang presiden terpilih tidak mengindikasikan dugaan tersebut.

    Trump antara lain sedang menyiapkan perang dagang dengan Tiongkok. Ia misalnya memerintahkan menteri keuangan untuk mendeklarasikan Beijing sebagai "manipulator mata uang" dan memberlakukan pajak bea masuk sebesar 45% untuk semua produk Tiongkok.

    Trump sering menempatkan negeri tirai bambu itu dalam fokus kampanyenya. Ia antara lain menuding Tiongkok melenyapkan jutaan lapangan kerja di AS. "Kepresidenan Trump akan mengubah wajah bisnis untuk investor dan perusahaan," tulis harian AS, Wall Street Journal. "Dan hubungan Tiongkok-AS akan berada di jantung perubahan tersebut."  (adm)


    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Blog Tobasiana

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email