• Breaking News

    Sunday, January 8, 2017

    #NASA Kembangkan #SuperKomputer untuk Amati CO2

    Tobapos -- NASA baru saja membangun sebuah proyek superkomputer di atas pengukuran satelit badan karbon dioksida dan menggabungkan mereka dengan model sistem bumi yang canggih untuk memberikan salah satu pandangan paling realistis bagaimana efek rumah kaca yang kritis ini bergerak melalui atmosfer.

    Para peneliti telah melacak peningkatan konsentrasi panas karbon dioksida yang terperangkap selama beberapa dekade menggunakan sensor berbasis darat di beberapa tempat. Sebuah visualisasi resolusi tinggi dari data produk gabungan baru menggunakan data dari OCO-2 memberikan perspektif yang sangat berbeda dikutip dari kursrupiah.net.

    Visualisasi 3D mengungkap secara rinci pola yang kompleks di mana karbon dioksida di atmosfer meningkat, menurun, dan bergerak di seluruh dunia selama periode September 2014 hingga September 2015.

    Karbon dioksida atmosfer bertindak sebagai termostat bumi. Peningkatan konsentrasi dari gas rumah kaca, terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil untuk energi telah mendorong tren pemanasan global dalam jangka panjang di bumi. Visualisasi ini dapat menentukan iklim bumi di masa depan.

    Hampir setengah dari seluruh emisi yang ditimbulkan oleh manusia diserap oleh tanah dan laut. Saat ini diperkirakan ada sekitar 50% dari emisi yang tetap berada di atmosfer, sekitar 25% diserap vegetasi di atas tanah, dan 25% diserap oleh lautan.

    Ilmuwan siklus karbon di NASA Goddard dan anggota tim sains OCO-2, Lesley Ott menjelaskan bahwa para ilmuwan perlu memahami bahwa proses tersebut mengendalikan ‘fluks karbon’, yang menimbulkan pertukaran karbon dioksida antara atmosfer, tanah, dan laut.

    “Kami tidak bisa mengukur fluks langsung pada resolusi tinggi di seluruh dunia. Kami berusaha membangun alat yang diperlukan untuk memberikan gambaran akurat tentang apa yang terjadi di atmosfer dan menerjemahkan gambaran yang akurat tentang apa yang terjadi dengan fluks,” ujar Ott.

    Visualisasi baru ini menampilkan informasi tentang bidang karbon dioksida global yang belum pernah terlihat sebelumnya secara rinci, seperti kenaikan dan penurunan karbon dioksida di belahan bumi utara sepanjang tahun, pengaruh benua, pegunungan dan arus laut pada pola cuaca dan akibat gerakan karbon dioksida, pengaruh daerah dengan fotosintesis yang sangat aktif seperti di Corn Belt AS.

    Kemampuan NASA dalam pengamatan dan permodelan bumi tersebut dituangkan lewat model yang disebut Goddard Earth Observing System Model-Versi 5 (GEOS-5) yang dijalankan lewat cluster superkomputer di Pusat Simulasi Iklim Goddard NASA. “Ini diambil selama bertahun-tahun untuk menyatukan semua informasi. Tingkat kejelasan dalam data ini membuat kami optimis bahwa model dan pengamatan kami mulai memberi pandangan yang koheren dari siklus karbon,” ujar Kepala Kantor Global Modelling & Assimilation, Steven Pawson.  (adm)


    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Blog Tobasiana

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email