• Breaking News

    Sunday, February 12, 2017

    Kisah Jenderal Thailand Terdakwa Penyeludup Manusia Rohingya dari Myanmar


    Tobapos -- Pemerintah Thailand pada Selasa (22/9/2015) menerbitkan surat perintah penangkapan untuk tiga perwira militernya yang didakwa terlibat perdagangan pengungsi Muslim Rohingya dan migran Bangladesh.

    Sebelumnya, perwira senior militer Thailand, Letnan Jenderal Manas Kongpan telah didakwa atas penyelundupan pengungsi Muslim Rohingya dan migran Bangladesh melalui Thailand selatan.

    “Perintah penangkapan kini telah dikeluarkan untuk empat perwira militer, tiga dari tentara (darat) dan satu di angkatan laut,” kata Paween Pongsiri, Wakil Komandan Regional Thailand Selatan kepada AFP.

    Dia membenarkan bahwa empat perwira militer, termasuk Letnan Jenderal Manas. Dia menolak menyebutkan identitas tiga perwira militer lainnya.

    Manas dituduh sebagai gembong utama dalam perdagangan dan penyelundupan manusia di Thailand. Kebanyakan para migran ingin mencari kehidupan baru di Malaysia. Tapi, banyak dari mereka ditemukan ditahan di kamp-kamp suram di perbatasan Thailand dan Malaysia.

    Sebagian pengungsi ditebus para kerabatnya dengan uang tebusan yang mahal. Keterlibatan empat perwira militer Thailand itu jadi “tamparan” bagi Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, yang sebelumnya menjadi panglima militer Thailand pemimpin kudeta terhadap PM Yingluck Shinawatra.

    Sebab, Manas disebut-sebut telah dipromosikan sebagai panglima militer oleh Prayuth. Kelompok HAM menyambut penangkapan Manas. Mereka meyakini, Manas tidak bertindak sendirian dalam praktik perdagangan manusia.

    Paween mengatakan, total 153 orang terlibat dalam praktik itu, dengan 90 orang di antaranya telah ditahan.   (sumber)



    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Blog Tobasiana

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email