• Breaking News

    Tuesday, March 28, 2017

    Warga Amerika Kawatir Trump Sering Bicarakan Rahasia Negara di Vila Pribadi

    Tobapos -- Sebuah lembaga pengawas kebijakan pemerintahan Amerika Serikat sepakat mengkaji ulang keamanan  informasi yang menjadi rahasia negara boleh dibicarakan di resort pribadi Presiden Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida.

    Keputusan ini diambil setelah para wakil rakyat dari Partai Demokrat gerah terhadap kebiasaan Trump membahas masalah-masalah negara di villa pribadinya itu.

    Badan Akuntabilitas Pemerintah (GAO) akan menyelidiki apakah agen-agen Secret Service mesti ikut menjaga Mar-a-Lago dan mengevaluasi anggaran negara untuk para pegawai pemerintah yang pergi ke sana.

    GAO juga akan memeriksa apakah Trump telah menyetorkan keuntungan yang didapat dari hotel-hotelnya  kepada Departemen Keuangan.

    11 Januaria silam pengacara Trump telah menyatakan bahwa Trump akan menyumbangkan keuntungan Trump Hotel dari pemerintah asing yang berkunjung ke sana, kepada Departemen Keuangan.

    Cara Presiden Trump menangani rahasia negara di Mar-a-Lago menjadi sorotan legislatif setelah muncul foto-foto tamu asing di resort itu di mana di sebuah ruang makan terlihat Trump bersama dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tengah mengkaji dokumen-dokumen peluncuran peluru kendali Korea Utara.

    Gedung Putih sendiri membantah ada rahasia negara yang dibahas dalam ruang makan itu.

    Elijah Cummings, anggota DPR dari Partai Demokrat yang juga anggota Komisi Pengawasan dan Reformasi Pemerintahan, menyetakan kemarin bahwa GAO kan mengkaji kembali bagaimana Trump menghabiskan akhir pekannya di resort itu yang disebut Trump sebagai "Gedung Putih Musim Dingin."  (sumber/adm)


    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Blog Tobasiana

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email