• Breaking News

    Monday, September 11, 2017

    Dewan Adat Raja Ampat Turun Tangan Jaga Lingkungan

    Tobapos -- Dewan Adat Suku Maya di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, membuat peraturan adat untuk melindungi ekosistem laut dan menjaga kelestarian hutan setempat.

    Ketua Dewan Adat Suku Maya Raja Ampat Kristian Thebu di Sorong, Senin, mengatakan musyawarah adat akan membahas peraturan tersebut pekan depan dan selanjutnya akan menyampaikannya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

    Ia menjelaskan, peraturan adat antara lain melarang perusakan terumbu karang, penangkapan ikan secara sembarangan.

    Peraturan adat, ia melanjutkan, juga mencakup pelarangan warga, instansi pemerintah maupun perusahaan menebang kayu dan membawanya keluar dari hutan Raja Ampat.

    "Intinya peraturan adat ini untuk melestarikan Raja Ampat karena meskipun sudah ada peraturan yang dibuat pemerintah, tetapi selama ini banyak masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas tidak menjaga kelestarian alam, terutama terumbu karang," kata Kristian.

    Ia mengatakan bahwa menjaga dan melestarikan keindahan alam Raja Ampat bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan lembaga konservasi, tetapi semua pihak termasuk dewan adat dan juga wisatawan.

    "Wisatawan baik warga Indonesia maupun warga asing yang masuk ke Raja Ampat harus diajari menjaga keindahan alam terutama terumbu karang agar pariwisata daerah itu berkelanjutan," katanya. (sumber/adm)


    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Blog Tobasiana

    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email