• Breaking News

    Wednesday, March 21, 2018

    Ditimpa Musibah 'Kemalingan' Data Pengguna, Saham Facebook Langsung Anjlok

    Tobapos -- Saham Facebook Inc anjlok 8% dalam satu hari perdagangan, pada Senin (20/3/2018). Penyebabnya, adanya laporan bahwa Cambridge Analytica menambang data lebih dari 50 juta pengguna jejaring sosial ini tanpa izin.

    Cambridge Analytica mengelola iklan Facebook untuk Presiden AS Donald Trump pada masa pemilu 2016. Perusahaan itu awalnya dibiayai oleh miliuner konservatif Robert Mercer dan dipimpin oleh mantan penasehat Trump, Steve Bannon.

    Adalah Christopher Wylie yang mengungkapkan dugaan peran yang dimainkan oleh Cambridge Analytica dalam memperoleh data dari pengguna Facebook untuk koran The Observer di Inggris dan New York Times.

    Kedua harian itu menerbitkan berita pada hari Minggu (18/3/2018) yang menguraikan bagaimana akademisi Cambridge, Aleksander Kogan, membuat sebuah aplikasi bernama "thisisyourdigitallife" yang menarik pengguna untuk menjawab pertanyaan profil psikologi. Data-data tersebut kemudian dibagikan ke Cambridge Analytica, diduga tanpa sepengetahuan Facebook. Aplikasi tersebut diblokir oleh jejaring sosial itu di tahun 2015.

    Facebook mengatakan semua pihak yang sudah menerima data menyatakan data-data itu sudah dihancurkan. Meskipun, perusahaan mengatakan sudah menerima laporan bahwa tidak semua data sebenarnya dihapus.

    "Kami bekerja dengan agresif untuk menentukan akurasi dari klaim-klaim. Jika benar, ini adalah pelanggaran kepercayaan dan komitmen yang dibuat yang tidak bisa diterima," kata Paul Grewal, Wakil Penasehat Umum Facebook, lewat sebuah postingan blog pada hari Sabtu (17/3/2018).

    Melansir dari CNBC Internasional, Facebook mengatakan pihaknya sudah menangguhkan Cambridge Analytica dari kanalnya.

    Menurut media sosial itu, Kogan "berbohong" ke Facebook dengan menyerahkan data ke Strategic Communication Laboratories (SCL) dan Cambridge Analytica, yang berafiliasi dengan SCL, tanpa memberitahu pengguna.

    New York Times dan The Observer menyebut ini sebagai "pelanggaran" data. Facebook mengatakan ini bukan pelanggaran.

    "Klaim bahwa ini adalah pelanggaran data itu sangat salah. Aleksandr Kogan meminta dan mendapatkan akses informasi dari pengguna yang memilih untuk mendaftar ke aplikasinya, dan semua orang yang terlibat memberikan persetujuannya. Orang-orang yang diketahui menyediakan informasi mereka, tidak ada sistem yabg disusupi dan tidak ada kata sandi atau informasi sensitif yang dicuri atau diretas," kata Grewal.

    Cambridge Analytica telah menampik tuduhan melanggar ketentuan layanan Facebook.

    Senator Amy Klobuchar, D-Minn., dan John Kennedy, R-La., pada hari Senin menghimbau Komite Keadilan Senat untuk memanggil Mark Zuckerberg dan CEO perusahaan teknologi lainnya agar memberi kesaksian tentang pemberitaan itu.  (sumber/adm)


    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email