• Breaking News

    Friday, March 16, 2018

    Kecerdasan Buatan Dinilai Lebih Berbahaya dari Senjata Nuklir

    Tobapos -- Elon Musk merupakan salah satu pemimpin perusahaan teknologi yang sangat sadar akan bahaya dari Kecerdasan Buatan/Artificial Intelligence (AI). Dalam berbagai kesempatan, tak jarang dirinya mengutarakan pendapatnya mengenai apa yang bisa dilakukan AI di masa depan.

    Bahkan dalam acara South by Southweset (SXSW), Elon Musk menyatakan bahwa dirinya takut bahwa AI yang akan membawa kembali “Zaman Gelap” ke umat manusia. Inilah yang membuat dirinya ingin ada regulasi mengenai peraturan AI.

    Dia melanjutkan bahwa sebagian ahli AI berpikir jika mereka lebih tahu dari apa yang diketahui oleh AI. Mereka juga berpikir jika mereka lebih pintar dari AI. Namun Musk berpendapat jika bisa saja mereka salah.

    "Masalah ini biasanya menghantui orang-orang pintar, mereka menilai diri mereka sendiri dari tingkat kecerdasan mereka dan mereka tidak suka berpikir bahwa mesin bisa menjadi jauh lebih pintar dari mereka jadi mereka pikir itu tidak mungkin terjadi, dan hal ini salah,” lanjutnya.

    "Saya hampir selesai mengembangkan AI paling canggih dan itu membuat saya sangat takut," tuturnya.

    Pria yang dijuluki sebagai Iron Man tersebut juga mencontohkan kasus AlphaGo dan AlphaGo Zero. Dia mengatakan bahwa sebuah AI memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari apa yang pernah diprediksi oleh siapapun. Perkembangan AI saat ini sangat cepat.

    “Hanya dalam waktu sekira enam sampai sembilan bulan, AlphaGo berubah dari AI yang tidak bisa mengalahkan pemain Go, kemudian menjadi AI yang dapat mengalahkan pemain GO profesional. Bahkan AlphaGo Zero mengalahkan AlphaGo dengan nilai 100-0," tegas Musk.

    Terakhir, dia mengatakan bahwa saat “Zaman Gelap” datang, bukan Nuklir yang ditakuti oleh Musk. Melainkan dirinya akan lebih takut akan kehadiran AI.

    "Bahaya dari AI jauh lebih besar dari bahaya nuklir dan tidak ada seorangpun yang membiarkan semua pihak membuat nuklir jika mereka mau -- itu gila. Camkan kata-kata saya: AI jauh lebih berbahaya dari nuklir. Jadi kenapa kita belum punya regulasi, ini gila," katanya.

    Oleh karena itu, dia yakin jika membuat peraturan dasar dalam pengembangan AI adalah langkah yang tepat. Dan dia rasa, perumusan peraturan ini harus digodok mulai sekarang. (sumber/adm)


    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email