• Breaking News

    Saturday, July 28, 2018

    Ust Julkarnaen Marbun Diangkat Jadi Ketua DPAC/DPC PMPS Khusus Bonapasogit Pakkat, Ini Alasannya

    Ust Julkarnaen Marbun (kedua dari kiri/depan)
    Tobaposcom -- Ust Julkarnaen Marbun diangkat untuk menjadi ketua pertama (pionir) Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC)/Dewan Pengurus Cabang (DPC) Khusus Bonapasogit Pakkat, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, sesuai dengan daftar kepengurusan Punguan Muslim Pakkat Saportibion (PMPS) yang beredar di grup Facebook. (baca).

    Tokoh masyarakat Pakkat yang kini mengelola usaha keluarga UD Paju Marbun (baca) dikenal humoris dan merupakan Alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal (1 tahun), dan Pesantren Al Kautsar Al Akbar Medan setelah di Lae Toras, Humbang Hasundutan.

    Sedangkan pemilihan Ust Muslih Lubis sebagai Wakil Ketua berdasarkan pesan dari ayahandanya KH Ibrahim Lubis, Ketua MUI Pakkat, kepada H. Julkifli Marbun, MA, Ketua PMPS 2015-2016 dalam sebuah pertemuan di tahun 2017, agar kiranya mendoakan dan melibatkan Ust Muslih jika ada kegiatan untuk membangun umat. (baca di sini kisah selengkapnya) Saat itu dia masih mengajar-mengajar dengan ikhlas di Masjid Raya Islamiyah Pakkat dan belakangan diterima sebagai penyuluh Kemenag.

    Julkarnaen merupakan adinda dari H. Julkifli Marbun, MA, yang juga merupakan Anggota Penasihat Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) 2012-2017 dan kemenakan dari Buya Ali Akbar Marbun pengasuh Pesantran Al Kautsar Al Akbar, Medan, Rais Syuriah PBNU dan Ketua Dewan Ulama JBMI.

    ilustrasi
    pengajian PMPS di Pamulang (ilustrasi)


    Berdasarkan foto para pendiri yang dibuat di Pamulang, Banten dan beredar di grup Whatsapp dan Facebook PMPS, dia merupakan salah satu anggota pendiri paguyuban yang dibangun oleh Ketua Pendiri almarhum H. Op. Baihaqi Sihotang (Kombes Kasirun Sihotang) ini.

    Para  pendiri PMPS berfoto di Pamulang, Banten (sumber). Ust. Julkarnaen Marbun (keenam dari kiri berpakaian koko putih) serta almarhum H. Op. Baihaqi Sihotang (kedua dari kanan) serta Ustadzah dr Yanti Sigalingging (keempat dari kiri) dan para pendiri lainnya yang kini menjadi ketua DPW/DPC PMPS di seluruh Indonesia dan luar negeri.

    Tampak dalam foto tersebut, Ust Julkarnaen Marbun, yang kini merupakan pengurus Ikatan Pesantren Indonesia (DPC-IPI) Humbahas (baca), saat masih muda berdiri di depan Ust. Mando Sitohang, bersama para pendiri PMPS di antara tahun 2009-2010. Foto diabadikan oleh H. Julkifli Marbun, yang juga merupakan pengelola TobaPosCom dan BeritaDekhoCom. Julkarnen atau Pa Aliefiya merupakan salah satu pendiri PMPS yang kini berdomisili di Pakkat.

    PMPS merupakan paguyuban perwiritan yang beberapa kegiatannya adalah pengajian untuk silaturahmi dan mendoakan tokoh Pakkat dan anggota keluarga anggota PMPS yang sudah mendahului, khususnya almarhum pendiri dan lain sebagainya yang banyak menyumbang amal jariyah ke Masjid Raya Islamiyah, Pakkat.

    Dalam sebuah diskusi mengenai kiprah perantauan Pakkat diketahui bahwa perantau Pakkat sudah dimulai sekitar tahun 1940-an ketika almarhum Buyung Marbun, ayahanda dari Buya Ali Akbar Marbun dan almarhum Mahmun Syarif Marbun (ayah dari Ust Julkarnaen dan H. Jukifli Marbun, MA pergi merantau.

    Almarhum Buyung pernah merantau ke Jawa melalui Barus dan diperkirakan tinggal sementara di Batavia atau sekarang Jakarta sebelum menetap lama di Jawa Tengah.

    Menurut informasi dari cucunya H. Julkifli Marbun MA, yang diketahui berdasarkan cerita dari anak-anaknya, almarhum kembali ke Pakkat pada tahun 1948 setelah merantau 5-6 tahun lebih.

    Pada tahun 1949 lahirlah anaknya paling bungsu, almarhum Mahmun Syarif/Jureman, anak kedelapan. Saat inilah Buya Ali Akbar Marbun anak ketujuh melihat langsung ayahandanya setelah ditinggal merantau sejak lahir.

    Keberangkan almarhum ke Jawa bersamaan dengan era penjuangan sebelum kemerdekaan di mana diketahui terdapat tokoh Barus (dulu Pakkat dikenal sebagai Barus Hulu) bernama KH Zainul Arifin Pohan berjuang bersama Hizbullah dari Nahdlatul Ulama dan pernah menjadi Wakil Perdana Menteri Indonesia setelah kemerdekaaan. Dia juga dikenal sebagai Panglima Santri pertama di NU yang kini gelar tersebut disematkan ke Muhaimin Iskandar, ketua Umum PKB dan wakil Ketua MPR RI.

    Anak almarhum nomor empat Moraippa Marbun, yang menikah dengan Br Gajah juga merantau ke Jakarta, tepatnya di Grogol pada era 70-an, seperti diceritakannya pada tahun 2004 saat menjadi wali nikah anak angkatnya H. Julkifli Marbun, MA di Jakarta.

    Almarhum di akhir hidupnya bermukim di Kisaran, Asahan dan menjadi pemuka agama di lingkungan rumahnya dan dipanggil Tuan Lobe.

    Perantau Pakkat diketahui terus berdatangan ke Jakarta setelah kemerdekaan. Menurut narasumber Op. Irfan Gajah, dalam sebuah diskusi PMPS di whatsapp, kegemaran warga Pakkat merantau keluar juga atas dasar belajar ilmu agama.

    Pada tahun 1950, telah ada perantau dari Parmonangan, Pakkat pergi ke Padang Panjang, Sumatera Barat, untuk sekolah.

    Penghargaan untuk Ust. Op Irfan Gajah yang membagikan cerita dan sekaligus narasumber diskusi di Whatsapp.


    "Awal berdirinya PMPS.  pd thn 1980 an oleh H kasirun sihotang (alm) masih tinggal di ps minggu ,berniat mengadakan pengajian sihotang,boru,bere sejabodetabek. kalau ga salah ketua sihotang yg bekerja di koran sinar harapan cawang yg wakilnya H kasirun sihotang serta sihotang lainnya boru ,bere. foto yg dikirim ustad Zulkifli marbun  sebagi sesepuh ya benar. mis Almarhum AR manalu dan yg lainnya ada difoto. saya boru dari sihotang diberi tugas Humas. pengajian ini sempat jaya thn 90 an karna perjalanan waktu dan kesibukan masing,masing hingga pengajian ini saya berikan ibarat lampu lentera yg kehabisan minyak hidup segan mati tak mau, dari pd seperti kapal kayu sinar bangun yg tenggelam didanau toba ga tau rimbanya, maka dibentuklah PMPS .," tulisnya.

    foto yang dimaksud Ust. Op. Irfan Gajah. Tampak almarhum Buyung Marbun di jajaran foto paling bawah paling kanan


    "...dari perjalanan pmps ini dah jatuh bangun pula. dipriode pak sabar pun sempat ibarat mumbang lonong ,dilanjutkan ustad Zulkifli marbun dan bpk msnullang. sekarang dilanjutkan pak sabar hutagalung. Insya Allah pengajian ini tetap dolid. Ummat islam dari kec pakkat kiranya ikut menjadi anggota serta berperan aktif. mohon kritik membangun khusus buat ketua yth. Op Irfan gadja. mohon maaf kalau ada salah. Baarakallah Fiih Amin.," lanjutnya.  (adm)


    Adv: Yuk, Belanja Online di POP Shop

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email