• Breaking News

    Friday, June 12, 2020

    Transaksi Bodong 55 Juta Dolar AS, Bukti Pihak Bertikai di Libya Jadi Korban Pemerasan


    Dua pihak yang bertikai di Libya menjadi korban pemesan oleh pihak-pihak yang mendukung.

    Kedua belah pihak pemerintahan GNA di Tripoli dan LNA di Tobruk dilaporkan berusaha keras untuk memenangkan pertarungan dan tidak jarang jadi korban pemerasan.

    Sebelumnya, ada dugaan Rusia melakui militer swasta Wagner sengaja tidak menguasai seluruh Tripoli yang tersisa dikuasai GNA untuk menaikkan upah dari LNA.

    Bahkan mereka belakangan mundur saat GNA dibantu oleh Turki.

    GNA juga pernah mengalami hal yang sama. Saat Tripoli dikepung oleh LNA, GNA meminta bantuan AS sekutu dalam melawan teroris di Sirte untuk membantu mengamankan Tripoli, malah ditinggal kabur AS. 

    Saat itu malah Donald Trump sempat berbicara melalui telepon dengan Khalifa Haftar pimpinan LNA untuk memberi dukungan.

    Hal yang sama juga terjadi oleh Italia dan Prancis yang bermain dua kaki walau kedua negara ini mendapat banyak proyek migas dari Tripoli.

    Contoh yang paling kuat adalah saat Haftar disebut media 'tertipu' oleh transaksi bidong dengan militer swasta Inggris sebesar 55 Juta Dolar AS untuk mengamankan laut Libya dari Turki.

    Walau uang telah diserahkan, militer seasta tersebut batal melakukan aksinya dan modusnya keburu diungkap oleh PBB.

    Baca selengkapnya di sini:

    No comments:

    Post a Comment

    loading...


    Tentang Kami

    Www.TobaPos.Com berusaha menyajikan informasi yang akurat dan cepat.

    Pembaca dapat mengirim rilis dan informasi ke redaksi.dekho@gmail.com

    Indeks Berita

    Follow by Email